Youtube - Konten Yang Seperti Apa Agar Dapat Dimonetisasi ? - Sokopati Online

Youtube - Konten Yang Seperti Apa Agar Dapat Dimonetisasi ?

Youtube - Konten Yang Seperti Apa Agar Dapat Dimonetisasi ?


YouTube memiliki pedoman yang cocok bagi pengiklan untuk menangani topik seperti kekerasan, konten yang menyebarkan kebencian, dan kata-kata kotor (dan ini baru sebagian kecil), yang harus dipatuhi oleh channel yang ingin dimonetisasi. Buka artikel Pusat Bantuan ini untuk mengetahui detail selengkapnya terkait hal apa saja yang sesuai untuk brand. Catatan: Video dapat ditolak untuk dimonetisasi bergantung pada karakteristik videonya.


Saat mengupload video yang ingin Anda monetisasi, terdapat kotak centang untuk mengonfirmasi bahwa video mematuhi pedoman yang cocok bagi pengiklan. Jika ingin mengupload konten yang tidak mematuhi pedoman ini, sebaiknya Anda menonaktifkan iklan pada masing-masing video. Opsi ini dapat Anda gunakan untuk mengecualikan monetisasi pada video yang tidak cocok untuk pengiklan tanpa keluar dari Program Partner YouTube.

Setelah video diupload, sistem otomatis YouTube akan meninjau apakah video cocok untuk iklan atau tidak. Jika kami mendapati bahwa video tidak cocok bagi semua pengiklan, Anda akan melihat ikon dolar berwarna kuning di samping video tersebut, sehingga iklan mungkin muncul dalam jumlah terbatas atau tidak ada sama sekali. (Penghasilan YouTube Red tidak akan terpengaruh.) Jika merasa yakin bahwa konten Anda cocok untuk semua pengiklan, Anda dapat meminta peninjauan.


Jika Anda melihat ikon dolar dicoret di samping video, mungkin ada klaim pihak ketiga atas video tersebut atau kami meyakini bahwa video tersebut melanggar kebijakan monetisasi. Video dengan ikon ini tidak bisa memperoleh pendapatan (termasuk melalui YouTube Red).

Jika ingin memonetisasi video untuk penonton keluarga, pastikan Anda mematuhi Pedoman Komunitas YouTube. Kami tidak akan menoleransi konten apa pun yang memanfaatkan anak di bawah umur atau menyesatkan anggota keluarga sehingga menonton video yang tidak pantas. Iklan dapat dihapus di seluruh channel yang menargetkan penonton keluarga namun berisi video yang menyesatkan atau tidak pantas. Pelajari lebih lanjut.

4. Bagaimana Agar Konten diMonetisasi Lebih Baik Lagi ?

Konten


Meskipun video telah disetujui untuk monetisasi, sejumlah pengiklan dapat memilih untuk tidak menampilkan iklan di jenis konten tertentu yang tidak cocok dengan brand mereka, terutama konten yang berhubungan dengan bidang subjek yang sulit dan kontroversial. Misalnya, pengiklan cenderung tidak menyertakan jenis konten berikut ini dari kampanye mereka:

  • Masalah sosial yang sensitif: Hubungan diskriminasi dan identitas, skandal dan investigasi, hak reproduksi, senjata api dan senjata lainnya, dan lain-lain.
  • Tragedi dan konflik: Berita kematian, layanan pemakaman, kekerasan, perang, orang hilang, dan lain-lain.
  • Sensasional dan mengerikan:Konten yang menciptakan elemen kejutan, termasuk konten yang sensasional, kasar, dan vulgar.

Sejumlah pengiklan mungkin juga memiih untuk menghindari konten yang menampilkan:

  • Bahasa yang tidak sopan dan kasar: Penggunaan bahasa kotor dengan tingkat sedang atau berlebihan.
  • Konten bernuansa seksual: Gambar, teks provokatif, dan lain-lain.

Jika Anda ingin memaksimalkan potensi untuk menarik minat berbagai pengiklan, pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Kurangi penggunaan bahasa yang tidak sopan - Sebaiknya hindari penggunaan bahasa yang tidak sopan atau sertakan suara 'biiip' untuk menyensornya.
  • Tinjau perpaduan konten Anda - Seimbangkan antara video yang berhubungan dengan topik khusus dewasa dan video lain yang mungkin berfokus pada topik yang lebih menarik secara luas.
  • Berpikirlah seperti pengiklan - Pikirkan jenis pengiklan apa yang akan merasa nyaman untuk ditampilkan bersama konten Anda.


Gambar mini


Thumbnail harus mewakili konten secara akurat dan menarik perhatian calon penonton. Namun, Anda juga harus memikirkan apakah ada banyak brand yang akan merasa nyaman untuk ditampilkan bersama thumbnail tersebut. Misalnya, thumbnail yang menggunakan gambar yang mengerikan atau gamblang juga dapat menyebabkan sejumlah pengiklan batal menyertakan konten tersebut dari kampanye tertentu.

Untuk memastikan pengiklan merasa nyaman dengan thumbnail Anda:

  • Pilih thumbnail secara akurat - Pertama dan yang terpenting, thumbnail harus menggambarkan konten video Anda secara akurat.
  • Hindari thumbnail yang menggunakan gambar bernuansa seksual, gamblang, atau mengerikan - Penggunaan thumbnail yang berisi gambar mengerikan, gamblang, atau bernuansa seksual, meskipun videonya sendiri tidak berisi hal semacam itu, dapat membuat sejumlah brand tertentu batal beriklan di video tersebut.
  • Menarik minat lebih banyak penonton - Pilih thumbnail yang menggambarkan video secara akurat, namun tetap menarik minat penonton sebanyak mungkin. Jika berhasil, thumbnail tersebut mungkin akan menarik minat sejumlah brand untuk beriklan di video Anda.
  • Metadata, judul, deskripsi, dan tag

    Pengiklan dapat memilih untuk menargetkan video yang berisi istilah dan kata kunci khusus pada judul, deskripsi, atau tag, agar video menjangkau penonton yang diinginkan.
    Pengiklan juga dapat menggunakan istilah dan kata kunci untuk tidak mengikutsertakan konten yang tidak sesuai dengan brand mereka. Misalnya, video yang berisi kata-kata yang tidak sopan, kontroversial, atau istilah bernuansa seksual (walaupun jika digunakan dalam konteks komedi, satir, atau konteks apa pun yang tidak menyinggung) dapat mengakibatkan sejumlah pengiklan batal menyertakan video Anda dalam kampanye mereka. Pengiklan juga biasanya tidak memilih kata kunci yang tidak kontroversial, namun mungkin tidak sesuai dengan brand atau tujuan kampanye iklan mereka.
    Tips untuk memastikan pengiklan merasa nyaman dengan metadata Anda:
  • Buat judul, tag, dan deskripsi yang akurat - Yang terpenting, metadata harus menjelaskan konten video Anda secara akurat
  • Setiap kata berarti - Video yang berisi kata-kata yang tidak sopan, kontroversial, atau istilah bernuansa seksual dapat membuat sejumlah pengiklan batal menyertakan video Anda dalam kampanye mereka.
  • Kata-kata dapat disalahartikan - Pengiklan sering kali memilih untuk tidak menyertakan beberapa kata atau frasa tertentu. Pertimbangkan bagaimana judul, tag, dan deskripsi Anda akan diinterpretasikan oleh pengiklan.



Sistem Layanan Onine Se-Indonesia :
Kursus Komputer, Jasa Desain Grafis, Jasa Website & Landing Page, Jasa Servis Furnitur, Jasa Pengiklan Online, Tutorial, Produk Herbal, Undangan Nikah Online dll
www.sokopati.com


Loker Update setiap hari :
www.sokopati.online 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel