Pengantar Video 360 Derajat & Realitas Virtual - Pelajaran 1 - Sokopati Online

Pengantar Video 360 Derajat & Realitas Virtual - Pelajaran 1

Pengantar Video 360 Derajat & Realitas Virtual - Pelajaran 1


Video 360 derajat (360) dan realitas virtual (VR) adalah topik yang sedang populer--tapi apa itu dan bagaimana cara kerjanya? Pelajari mengapa 360 dan VR mengubah cara menonton dan memproduksi video.

1. Video 360 Derajat & Realitas Virtual : Lanskap Baru 


Anda mungkin pernah mendengar atau melihat jenis video baru yang menawarkan kesempatan kepada pemirsa untuk menjelajahi video dalam perspektif 360 derajat menggunakan mouse atau perangkat seluler. Pemirsa bahkan dapat mengenakan headset VR dan melihat ke segala arah. Media ini disebut video bundar dan memiliki dua kategori populer yaitu "video 360 derajat" (360) dan "realitas virtual" (VR).
360 dan VR diciptakan dengan maksud agar pemirsa berinteraksi dengan konten dan mengalami konten, alih-alih hanya duduk dan menonton. Video ini menawarkan tampilan imersif yang memungkinkan setiap orang memilih akan melihat ke mana. Baik 360 maupun VR dibuat menggunakan kamera yang merekam dalam sudut pandang 360 derajat secara menyeluruh. Perbedaan utama antara keduanya adalah Anda menggunakan headset VR atau tidak sewaktu menonton. Walaupun dipastikan akan membuat pemirsa terpesona, namun teknologi ini masih baru dan perkembangannya sangat pesat. Informasi yang tercantum di sini hanyalah panduan saja dan tidak dimaksudkan untuk menjadi aturan konkret mengenai di mana dan bagaimana cara menggunakan 360 dan VR. Itu sepenuhnya terserah Anda!
Untuk menonton video 360 derajat (360) di YouTube, tidak diperlukan headset VR, yang Anda butuhkan adalah perangkat seluler atau komputer desktop. Alih-alih memakai headset VR,  Anda dapat menjelajahi video di semua arah dengan beberapa gerakan mudah. Pada desktop, Anda dapat mengeklik dan menyeret dengan mouse atau mengeklik anak panah di sudut kiri atas layar. Pada perangkat seluler, Anda dapat menyeret jari Anda di layar atau menggerakkannya ke berbagai arah. (Walaupun video 360 derajat tidak memerlukan perangkat tambahan untuk menonton, Anda dapat menonton dengan aksesori seperti Google Cardboard.) Layar bersifat monoskopik karena hanya ada satu set gambar yang ditampilkan.


Menonton realitas virtual (VR) dapat membuat Anda merasa ikut dalam aksi adegan tersebut karena Anda harus menutupi keseluruhan bidang pandang dengan perangkat untuk menonton seperti headset VR, atau penampil video VR yang dipasang di kepala (HMD). Ketika Anda melihat ke dalam penampil video VR yang dipasang di kepala, layar akan terbagi, sehingga setiap mata melihat sudut pandang  yang sedikit berbeda, sebagaimana di kehidupan nyata. Sudut pandang ini memberikan rasa kedalaman stereoskopik yang tidak bisa didapat dari video 360 derajat saja. Inilah elemen kunci yang membedakan realitas virtual dari video 360 dan jenis video lainnya.
Sewajarnya, video realitas virtual dibuat dalam cara yang memungkinkan Anda melihat pandangan 360 derajat di sekitar Anda. Namun, karena headset VR atau perangkat untuk menonton diperlukan untuk realitas virtual dan tidak diperlukan untuk 360, video 360 derajat tidak selalu dapat digolongkan sebagai VR.
Masa depan video sudah ada di depan kita--beralih dari cara pengambilan gambar dan cara menonton tradisional ke produksi inovatif dan video ekperiensial. Kita masih di tahap awal dan YouTube sangat senang menjadi platform yang mendukung dan mendorong evolusi pembuat konten yang memanfaatkan teknologi baru itu untuk mewujudkan visi kreatif mereka serta membagikannya ke dunia. Jangan khawatir jika penampil video VR yang dipasang di kepala tampaknya di luar jangkauan, karena berbagai opsi penampil VR yang terjangkau, seperti Google Cardboard, sekarang tersedia di seluruh dunia.



2. Jenis Video 360 Derajat & Realitas Virtual Yang Populer


360 dan VR adalah media yang kuat untuk video karena memungkinkan pemirsa untuk tidak sekadar menonton, tetapi juga mengalami konten. Berikut adalah beberapa kategori di mana pembuat konten eksperimental merintis teknik-teknik ini untuk membangkitkan emosi dan menawarkan sudut pandang baru tentang video kepada pemirsa:
Dokumenter: Video 360 dan VR sangat efektif dalam pembuatan film dokumenter karena pemirsa tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi diajak untuk melihat-lihat sekitarnya. Hal ini efektif karena dapat memicu empati dengan menyampaikan realitas dan perjuangan orang lain. Misalnya, dalam video ‘Seeking Home’, pemirsa ditarik ke dalam lanskap Kamp Migran Calais. Selain itu, gaya produksi ini dapat mengundang pemirsa ke tempat-tempat yang tidak dapat mereka kunjungi, seperti Korea Utara.
Olahraga aksi: Video 360 dan VR sering kali paling menunjukkan keunggulannya apabila ada banyak tontonan visual, dan olahraga serta aksi adalah hal yang tepat untuk itu.
Video musik: Video musik selalu berada di garis depan pembuatan film eksperimental, jadi tidaklah mengherankan jika para sutradara menyambut baik 360 dan VR. Sekarang, pemirsa dapat melakukan lebih dari sekadar menggoyangkan kepala seiring lagu favorit mereka.
Bagaimana masa depannya? Potensi pada jenis video yang bisa efektif dalam 360 dan VR tidak terbatas. Terus pantau video baru yang bermunculan di semua genre karena para pembuat konten, seperti Anda, terus menanamkan beragam gaya, kreativitas, dan struktur pada video bundar.


3. Apakah Pengambilan Gambar Dalam Perspektif 360 Derajat Cocok ?

Setelah melihat sebagian jenis video yang dibuat dalam 360 derajat, tiba waktunya untuk menentukan apakah format ini cocok untuk Anda! Walaupun teknologi ini benar-benar menyenangkan, penting untuk mempertimbangkan pengalaman menonton yang dituju dengan persyaratan produksi untuk menentukan apakah akan mencoba mengambil gambar dalam 360 derajat atau tidak.
Ingat, pemirsa pada dasarnya diikutsertakan ke dalam adegan, jadi penting untuk memikirkan bagaimana kesesuaian mereka dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga mereka tetap terlibat sambil menceritakan kisah Anda. Ini bukan lagi tentang seseorang yang menonton, melainkan pengalaman individual yang setiap detailnya harus Anda rancang. Video bundar membutuhkan banyak persiapan dan ini bukanlah untuk semua orang. Tapi karya yang dihasilkannya mengubah industri video dan menciptakan pengalaman yang mengesankan pemirsa serta membuat mereka bertindak.

Coba ajukan pertanyaan ini ketika mengambil keputusan untuk membuat video VR dan 360 derajat.
  1. Apakah perspektif 360 derajat akan memberi pemirsa sebuah pengalaman--fisik atau emosi--yang tidak dapat diperoleh dari cara lain? Video 360 derajat yang paling efektif adalah yang teknologinya berperan utama dalam membuat video itu menyenangkan untuk ditonton. Jadi, apakah hal ini akan meningkatkan topik video Anda, atau hanya trik visual saja?
  2. Apakah Anda akan merekam di lingkungan yang dipenuhi hal-hal yang menarik untuk dilihat pemirsa? Atau hanya akan ada dinding kosong dan keranjang cucian Anda?
  3. Apakah Anda ingin pemirsa melihat-lihat ke sekelilingnya? Atau Anda lebih suka perhatian mereka terpusat pada suatu hal saja? Kadang-kadang video 360 derajat benar-benar dapat membuat orang kurang perhatian karena mereka memiliki begitu banyak pilihan. Jika Anda ingin memfokuskan perhatian pemirsa dan memandu apa yang mereka lihat, video 360 mungkin bukan pilihan terbaik. Atau, cobalah menggunakan narasi suara atau karakter untuk mengarahkan perhatian.


Sistem Layanan Onine Se-Indonesia :
Kursus Komputer, Jasa Desain Grafis, Jasa Website & Landing Page, Jasa Servis Furnitur, Jasa Pengiklan Online, Tutorial, Produk Herbal, Undangan Nikah Online dll
www.sokopati.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel